Blog untuk berbagi ilmu dan menambah wawasan

Facebook
RSS
Pojok Universitas Muhammadiyah Gresik

APA ITU HTTP DAN HTTPS

APA ITU HTTP DAN HTTPS
HTTP : Hyper Text Transfer Protocol.Protocol yang digunakan dalam mentransfer dokumen dari WWW.Protocol ini ringan, tidak berstatus, dan generic yang dapat digunakan dalam berbagai macam tipe dokumen.Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh W3C dan kelompok kerja IETF.Sebuah client HTTP seperti Web Browser, biasanya memulai permintaan dangan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di remote host(biasanya: port 80).Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tsb menunggu client mengirimkan request, diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa kepala dari kode informasi yang menjelaskan aspek dari request tsb, diikuti dengan badan dari data tertentu.

HTTPS : Hyper Text Transfer Protocol over Secure socket layer. Versi aman (save) dari HTTP.Ditemukan oleh Netscapes communication Corporation untuk menyediakan authentifikasi dan komunikasi tersandi(memiliki sandi) Selain menggunakan komunikasi Plain Text, HTTPS menyandikan sesi data menggunakan protocol SSL(Secure Socket Layer) atau protocol TLS (Transport Layer Security).Kedua protocol tsb memberikan perlindungan yang cukup dari serangan eavesdropers dan man in the middle attacks.Pada umumnya, port HTTPS adalah 443
jika ingin tahu lebih jauh dan melihat langsung proses daripada apa itu HTTP, dan apa itu HTTPS, silahkan rekan buka CMD lalu ketikkan netstat(selagi terkoneksi ke internet).Temukan Tulisan HTTP dan/atau HTTPS disana.
[ Read More ]

Senyum Di Pesta Tahun Baru

Senyum Di Pesta Tahun Baru
Senyum Di Pesta Tahun Baru
Senyum Di Pesta Tahun Baru
Senyum Di Pesta Tahun Baru

[ Read More ]

Irfan Bachdim Terancam Tercoret Dari TIMNAS MERAH PUTIH



Timnas Merah Putih sepertinya terus direcoki oleh hal-hal non-teknis. Kini striker timnas, Irfan Bachdim, yang harus terseret dan terjebak dalam pertarungan kepentingan. Semuanya berawal ketika Persema Malang -- klub tempat Irfan mulai merintis karier profesionalnya di Indonesia – memutuskan untuk keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan.
Timnas Merah Putih sepertinya terus direcoki oleh hal-hal non-teknis. Kini striker timnas, Irfan Bachdim, yang harus terseret dan terjebak dalam pertarungan kepentingan. Semuanya berawal ketika Persema Malang -- klub tempat Irfan mulai merintis karier profesionalnya di Indonesia – memutuskan untuk keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan.

Klub saudara tua Arema Malang itu hengkang dari LSI juga karena sering dirugikan selama berpartisipasi di kompetisi miliki PSSI tersebut. Alhasil, Persema memilih pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) yang menjadi kompetisi tandingan LSI.

PSSI menilai LPI sebagai kompetisi ilegal karena keberadaannya tidak berada di bawah PSSI. Dan sebagai konsekuensi atas keilegalan tersebut, PSSI mengancam akan memberikan sanksi degradasi kepada klub yang bersikeras ikut LPI.

Sialnya, tidak hanya klub saja yang bakal terkena sanksi PSSI. Ancaman hukuman juga akan menerpa semua yang terlibat dalam klub peserta LPI tersebut.

‘’Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang ikut terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut,’’ kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, seperti dikutip Antara.

Irfan Bachdim pun akhirnya ikut terseret dan terjebak dalam pertarungan dua kepentingan tersebut . Dia terancam dicoret dari timnas apabila memilih tetap bergabung dengan Persema Malang dan bermain di kompetisi tandingan PSSI.

Irfan Bachdim memang harus memilih. Apakah dia akan memilih LPI demi menghormati kontraknya bersama Persema Malang. Ataukah dia harus tunduk pada ancaman PSSI demi menyelamatkan mimpinya bermain bersama timnas.

Apapun pilihan Irfan, yang pasti adalah ucapan pelatih Alfred Riedl kembali terbukti kebenarannya. Bahwa banyak kepentingan non-teknis yang merecoki pemain tersebut.

Timnas Merah Putih sepertinya terus direcoki oleh hal-hal non-teknis. Kini striker timnas, Irfan Bachdim, yang harus terseret dan terjebak dalam pertarungan kepentingan. Semuanya berawal ketika Persema Malang -- klub tempat Irfan mulai merintis karier profesionalnya di Indonesia – memutuskan untuk keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan.
[ Read More ]