Blog untuk berbagi ilmu dan menambah wawasan

Facebook
RSS
Pojok Universitas Muhammadiyah Gresik

GEJALA GEJALA PENYAKIT LUPUS - PENGERTIAN LUPUS

Penyakit lupus disinyalir menjadi penyebab kematian layaknya kanker. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara total. Yuk kenali lebih dalam penyakit lupus.  Lupus diambil dari bahasa Latin yang berarti “anjing”. Waktu pertama kali penyakit itu ditemukan sekitar seabad lalu, orang-orang mengira penyakit tersebut disebabkan gigitan anjing. Namun setelah berbagai penelitian yang dilakukan, penyebab pasti penyakit ini pun ditemukan.  Dikutip dari Dokter Sehat, penyakit lupus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu kuat sehingga menyerang sel-sel di dalam tubuh itu sendiri. Berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem syaraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah dapat diserang oleh penyakit lupus, dan tak jarang, menimbulkan kematian.  “Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100 ribu penduduk. Ia juga bersifat genetis [dapat diturunkan],” kata Dr Rahmat Gunadi dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.  “Wanita lebih sering terkena 6-10 kali dari pria, terutama pada usia 15-40 tahun,” kata Dr Gunadi lagi. Ia menambahkan, bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan dengan kulit putih. Selain tentu saja, keluarga pengidap.  “Penyakit ini timbul karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres.”  Berikut ini gejala umum penderita lupus yang dijelaskan Dr Gunadi:  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan. 2. Umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang. 3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu yang biasa disebut butterfly rash. Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap lupus. 4. Anemia, akibat sel-sel darah merah yang hancur oleh penyakit lupus. 5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.  Hingga kini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan lupus secara total. Yang ada hanya pengobatan untuk mencegah perluasan.
Penyakit lupus disinyalir menjadi penyebab kematian layaknya kanker. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara total. Yuk kenali lebih dalam penyakit lupus.  Lupus diambil dari bahasa Latin yang berarti “anjing”. Waktu pertama kali penyakit itu ditemukan sekitar seabad lalu, orang-orang mengira penyakit tersebut disebabkan gigitan anjing. Namun setelah berbagai penelitian yang dilakukan, penyebab pasti penyakit ini pun ditemukan.  Dikutip dari Dokter Sehat, penyakit lupus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu kuat sehingga menyerang sel-sel di dalam tubuh itu sendiri. Berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem syaraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah dapat diserang oleh penyakit lupus, dan tak jarang, menimbulkan kematian.  “Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100 ribu penduduk. Ia juga bersifat genetis [dapat diturunkan],” kata Dr Rahmat Gunadi dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.  “Wanita lebih sering terkena 6-10 kali dari pria, terutama pada usia 15-40 tahun,” kata Dr Gunadi lagi. Ia menambahkan, bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan dengan kulit putih. Selain tentu saja, keluarga pengidap.  “Penyakit ini timbul karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres.”  Berikut ini gejala umum penderita lupus yang dijelaskan Dr Gunadi:  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan. 2. Umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang. 3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu yang biasa disebut butterfly rash. Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap lupus. 4. Anemia, akibat sel-sel darah merah yang hancur oleh penyakit lupus. 5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.  Hingga kini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan lupus secara total. Yang ada hanya pengobatan untuk mencegah perluasan.
Penyakit lupus disinyalir menjadi penyebab kematian layaknya kanker. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara total. Yuk kenali lebih dalam penyakit lupus.  Lupus diambil dari bahasa Latin yang berarti “anjing”. Waktu pertama kali penyakit itu ditemukan sekitar seabad lalu, orang-orang mengira penyakit tersebut disebabkan gigitan anjing. Namun setelah berbagai penelitian yang dilakukan, penyebab pasti penyakit ini pun ditemukan.  Dikutip dari Dokter Sehat, penyakit lupus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu kuat sehingga menyerang sel-sel di dalam tubuh itu sendiri. Berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem syaraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah dapat diserang oleh penyakit lupus, dan tak jarang, menimbulkan kematian.  “Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100 ribu penduduk. Ia juga bersifat genetis [dapat diturunkan],” kata Dr Rahmat Gunadi dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.  “Wanita lebih sering terkena 6-10 kali dari pria, terutama pada usia 15-40 tahun,” kata Dr Gunadi lagi. Ia menambahkan, bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan dengan kulit putih. Selain tentu saja, keluarga pengidap.  “Penyakit ini timbul karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres.”  Berikut ini gejala umum penderita lupus yang dijelaskan Dr Gunadi:  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan. 2. Umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang. 3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu yang biasa disebut butterfly rash. Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap lupus. 4. Anemia, akibat sel-sel darah merah yang hancur oleh penyakit lupus. 5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.  Hingga kini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan lupus secara total. Yang ada hanya pengobatan untuk mencegah perluasan.
Penyakit lupus disinyalir menjadi penyebab kematian layaknya kanker. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara total. Yuk kenali lebih dalam penyakit lupus.

Lupus diambil dari bahasa Latin yang berarti “anjing”. Waktu pertama kali penyakit itu ditemukan sekitar seabad lalu, orang-orang mengira penyakit tersebut disebabkan gigitan anjing. Namun setelah berbagai penelitian yang dilakukan, penyebab pasti penyakit ini pun ditemukan.

Dikutip dari Dokter Sehat, penyakit lupus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu kuat sehingga menyerang sel-sel di dalam tubuh itu sendiri. Berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem syaraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah dapat diserang oleh penyakit lupus, dan tak jarang, menimbulkan kematian.

“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100 ribu penduduk. Ia juga bersifat genetis [dapat diturunkan],” kata Dr Rahmat Gunadi dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

“Wanita lebih sering terkena 6-10 kali dari pria, terutama pada usia 15-40 tahun,” kata Dr Gunadi lagi. Ia menambahkan, bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan dengan kulit putih. Selain tentu saja, keluarga pengidap.

“Penyakit ini timbul karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres.”

Berikut ini gejala umum penderita lupus yang dijelaskan Dr Gunadi:

1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
2. Umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu yang biasa disebut butterfly rash. Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap lupus.
4. Anemia, akibat sel-sel darah merah yang hancur oleh penyakit lupus.
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.

Hingga kini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan lupus secara total. Yang ada hanya pengobatan untuk mencegah perluasan.
[ Read More ]

PARADISO TERSEMBUNYI TANAH PASUNDAN

Green Canyon, pelesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat.  Orang setempat biasa menyebutnya Cukang Taneuh.
Green Canyon berada di Cijulang, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 285 km dari Jakarta (31 km dari Pantai Pangandaran).


Tempat ini merupakan sekelompok gua, dengan stalagtit dan stalagmit yang tersembunyi di balik tebing-tebing hijau — mungkin itulah mengapa dinamakan Green Canyon, pelesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat. Orang setempat biasa menyebutnya Cukang Taneuh.

Untuk menuju ke gua, Anda harus menuju dermaga dan membeli tiket. Bila pergi pada saat hari libur (apalagi akhir pekan yang panjang), bisa dipastikan Anda harus menunggu beberapa jam hingga mendapat giliran menaiki perahu menuju gua.
Perahu-perahu wisata yang dioperasikan adalah milik masyarakat setempat, namun diatur oleh pemerintah kabupaten. Satu perahu dapat mengangkut hingga lima penumpang dengan harga sewa Rp 75.000. Bila ingin berenang di gua, Anda dapat menyuruh awak perahu menunggu, tentu dengan biaya tertentu.

Mereka akan meminta Rp 100.000 untuk seharian penuh, namun tentunya Anda tidak akan menghabiskan satu hari di sana. Tawarlah, mungkin Anda bisa mendapatkan Rp 80.000 di musim liburan dan Rp 50.000 ketika sedang sepi pengunjung.

Masing-masing perahu selalu menyediakan pelampung untuk penumpangnya, sehingga bila Anda kurang pandai berenang, jangan terlalu khawatir. Para pelancong biasanya juga memanfaatkan batu-batu gua untuk melompat ke air yang jernih.
Green Canyon, pelesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat.  Orang setempat biasa menyebutnya Cukang Taneuh.
Tempat ini masih bebas polusi, pemandangannya pun indah.


Apabila Anda tidak suka berenang, Anda dapat memanfaatkan waktu menikmati pemandangan, juga mengambil gambar. Sebelum pintu masuk gua, terdapat sebuah dermaga kecil yang biasanya digunakan oleh perahu untuk menunggu. Di sana ada beberapa pedagang yang menjual minuman dan makanan kecil.

Salah satu kekurangan dari Green Canyon adalah pemeliharaannya yang masih kurang baik, mungkin karena tempat ini merupakan objek wisata yang relatif baru. Di sini, hanya ada tiga toilet dan sebuah mushola kecil, padahal pada saat liburan pengunjung dapat mencapai hingga ratusan orang.

Namun, penduduk setempat mengambil untung dengan cara menyediakan kamar-kamar kecil dan tempat sholat yang lebih layak, hanya dengan tarif Rp 2.000. Tempat parkir yang ada di seberang dermaga cukup luas, dengan biaya Rp 3.000 untuk sehari penuh.
Di sekeliling area parkir terdapat deretan warung yang menjual nasi dan ikan bakar serta kelapa muda. Mungkin Anda juga ingin menikmati makanan lokal seperti lotek, karedok dan rujak tumbuk. Selain harganya murah, sangat cocok untuk mengisi perut setelah lelah bermain di gua.
[ Read More ]

Relief Misterius di Kaki Borobudur

Relief Misterius di Kaki Borobudur

Siapa tak terpesona menatap keindahan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah?

Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824, Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa. Namun, panel yang selama ini terlihat ternyata belum lengkap. Ada panel-panel yang sengaja ditimbun tanah karena reliefnya dianggap vulgar dan cabul. Panel-panel itu terletak di bagian paling bawah, yang disebut Kamadhatu.

Bagian fondasi tersembunyi itu terdiri dari 160 relief adegan Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat. Panel-panel itu menggambarkan perbuatan yang mengikuti hawa nafsu manusia, semisal: bergosip, membunuh, menyiksa dan memerkosa. Juga ada adegan-adegan seks dalam berbagai posisi.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Edi Sedyawati mengemukakan, relief Karmawibhangga itu menggambarkan kehidupan masyarakat saat candi itu dibangun.

Ada sejumlah pendapat mengapa relief ini ditimbun. Bisa jadi karena kurang pantas dipertontonkan ke publik, tapi ada pula yang menduga penutupan ini semata-mata demi kestabilan posisi candi — agar tidak amblas.

Terlepas dari perdebatan itu, keseluruhan relief di Borobudur mencerminkan ajaran Budha Mahayana: semakin ke atas semakin mencapai kesempurnaan. Bagian paling bawah atau Kamadhatu menggambarkan perilaku penuh angkara murka dan hawa nafsu yang menyebabkan seseorang masuk neraka jahanam.

Bagian tengah (terdiri dari empat tingkat) dinamakan Rapadhatu, tempat manusia dibebaskan dari nafsu dan hal-hal duniawi. Sedangkan bagian teratas — termasuk tiga teras melingkar yang mengarah ke pusat kubah—disebut Arupadhatu, tempat para dewa bersemayam atau nirwana.

Keberadaan Borobudur sesungguhnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18. Sempat tertimbun material Gunung Merapi, candi ini lalu ditemukan kembali oleh Sir Stanford Raffles pada 1814. Selanjutnya, pada 1885, arkeolog JW Yzerman mendokumentasi dan merekam reliefnya. Saat itulah, timnya menemukan relief tersembunyi di bagian paling bawah.

Sekitar tahun 1890-1891, bagian yang tertutup itu dibuka seluruhnya oleh fotografer Kasiyan Chepas untuk dipotret satu per satu. Batu bervolume 13000 meter kubik ini diangkat, lalu dikembalikan lagi ke posisi semula. Hingga hari ini, bagian itu ditimbun tanah sehingga tak seorangpun bisa melihat. Ada tiga panel di bagian tenggara candi yang terbuka--diduga karena proses penutupan kembali yang tak sempurna.

Hasil bidikan Chepas kemudian dibukukan pada 1931. Buku aslinya kini ada di Museum Nasional, Jakarta. Sedangkan klise asli disimpan di Museum Tropen, Amsterdam karena statusnya milik Pemerintah Belanda. Pemerintah Indonesia memiliki replika seluruh foto itu.

[ Read More ]