|
|
|
ASAL USUL KATA “DJANCOX”
Bagi kalian yang orang jawa timur, pasti sudah tak asing lagi dengan kata jancok, kata ini sangat terkenal di jawa timur, Bahkan orang-orang di jawa tengah dan jawa barat pun sering mengucapkan kata ini. Lantas apa sebenarnya arti kata Jancok dan bagaimana asal mulanya bisa terbentuk kata ini.Jancok atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya dan Malang yang telah banyak tersebar hingga meluas ke seantero Indonesia bahkan sudah mendunia. Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.
Jancok berasal dari kata ‘encuk’ yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase ‘di-encuk’ menjadi ‘diancok’ lalu ‘dancok’ hingga akhirnya menjadi kata ‘jancok’.
Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.
Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni ‘encuk’ lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.
Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.
Dan memang, kata ini sangat enak diucapkan bagi yang sudah terbiasa untuk mengucapkannya , walaupun arti yang tekankan bukanlah arti kotor, tapi hanya sekedar kata pemanggilan saja, dan ternyata di pergaulan lingkungan saya kata itu sudah biasa.
JANCOK ITU PERSAHABATAN DAN PERMUSUHAN
Tergantung dari Sisi Mana Kita Melihat
Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.
Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni ‘encuk’ lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.
Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.
Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, “Yoopo kabarmu, cuk”, “Jancok sik urip ae koen, cuk?”. Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong… Hehehehe….
Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya “Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!”, “Jancuk ayune, rek!”, “Jancuk eleke, rek”, dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe…
Akhiran ‘cok’ atau ‘cuk’ bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. “Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.” Atau “Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk.”
“jorok, nggak baik, nggak asik aja didenger”
“jancuk? nggak ngerti deh apaan. cuman keknya orang kalo lagi marah-marah ngomongnya “jancok!”
“jancok itu fuck you”
“shit, bedebah, kayak gitu-gitu, kata kotor!”
“pokoke kalo mangkel ngomong itu sudah”
“hari ini, sampe setua ini saya belum pernah dipisuhi dengan kata-kata seperti itu”
“kalau kaya gitu ya agak risih juga sih, tapi lama-lama juga terbiasa”
“biasa aja, lama-lama niruin juga soalnya”
“ya lihat-lihat situasi sih. kadang marah, kadang bercanda thok”
“pertamanya nggak papa, karena ga tau”
“kadang seneng, kadang juga mangkel”
“jancuk? ya lihat ekspresi wajahnya. kalau jancuknya sambil ketawa, ya saya cuek saja. kalau jancuknya sambil marah-marah, ya saya tinggalin saja maksudnya gitu, gak usah direken ya mas ya.”
“jancok iku jan cocok ngono loh nek ambek kancane dewe”
“penting gak sih ngomong kek gitu?! ”
“jancuk itu jadi anak cukup keren”
“kata jorok yang sebenernya gak boleh diucapkan”
“tapi saat kata itu digunakan dalam suatu kelompok untuk menambah keakraban, misalnya Hey cuk! it’s no problem”
“kadang nek suwe gak ketemu, koen iku nangdi ae rek? jancok!”
“merupakan salam ciri khasnya Jawa Timur iku”
“dikasih W depannya tuh pake J biar mantep… juwancukkkk!! itu baru mantep”
Apa makna “Jancok” menurut anda? Apakah anda kerap kali mengucapkan kata Jancuk, Jancok, Cok atau Cuk?
” Jancok ” merupakan kata yang masih menjadi fenomena untuk diperbincangkan, padahal kata tersebut tidak bisa didefinisikan dalam kamus manapun. Tapi mengapa kata ini dikonotatifkan sebagai kata yang kotor yang tak layak untuk diucapkan ?
Bermunculan perbedaan persepsi dalam memaknai kata jancok. Banyak orang mempunyai penafsiran berbeda manakala dihadapkan pada seseorang yang mengucapkan kata tersebut.
“Jancok” itulah kata yang kerap sekali diucapkan dalam pergaulan remaja pun dalam pergaulan orang-orang yang kurang bermoral. Apakah kata itu sebagai pola gaya hidup agar dikatakan gaul ataukah sebagai tradisi dan kebudayaan setempat?. Yang mana banyak orang tidak dapat memaknai arti kata tersebut, karena kata tersebut dikatakan tidak mempunyai definisi. Walaupun kata jancok tidak akan pernah ditemukan dalam kamus manapun. Tapi, banyak orang sering memaknai kata tersebut sebagai kata yang kotor yang tak pantas dan tak layak untuk diucapkan alias “meso“.
Kata tidak akan mempunyai makna apa-apa kecuali kita sendiri yang memaknainya, sebagaimana yang dikatakan Hirsch dalam Sobur (2003:245) kata adalah kata maknanya ambigu dan tidak persis. Yang mana pendapat itu sejalan dengan pendapat ahli komunikasi bahwa makna kata sangat subyektif. Jadi, kata tidak teriring makna , atau dari semula memiliki makna. Manusialah yang memberikan makna pada kata-kata, tergantung dari cara mereka memakainya. Manusialah yang memiliki makna-makna itu, bukan kata-kata dan bukan kamus.
Dikalangan pesantren kata jancok dimaknai dengan kata yang kotor yang dianggap kurang baik dan tidak layak untuk diucapkan dan bagi yang mengucapkan akan dikenai hukuman, seperti yang terjadi di pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan yang mana ada salah seorang santri mengucapkan “jancok” akhirnya santri tersebut harus menerima ta’zir bahasa pesantren dari kata hukuman dengan membaca istighfar 100 kali dibaca didepan banyak santri .
Dari kejadian tersebut, berarti kata jancok bagi kalangan santri merupakan simbol kata yang jelek dan dosa bila diucapkan. Karena bagi kalangan pesantren kata tersebut dikiaskan dengan kata “uf” yang disebutkan dalam alqur’an surat Isro’ ayat 23-24 “…janganlah kamu mengatakan perkataan ‘ah’ atau ucapan yang menyakiti hati kedua orang tua…”.
Bahasa sering bertalian dengan macam-macam relasi sosial. Dalam hal ini ada kata yang dianggap kotor dan kasar dan ada kata yang dianggap sopan. Tetapi, ada juga kata yang dianggap sopan kalau dipakai pada orang-orang tertentu. Dan akan dirasakan kasar kalau dipakai pada orang –orang tertentu juga. Hal inilah yang ahkirnya memberikan pengaruh dalam pergeseran makna kata, memberikan nilai-nilai tambahan pada makna yang dimiliki sebuah kata.
Perubahan makna terjadi pula akibat pengaruh lingkungan , akibat pertukaran tanggapan indra karena gabungan leksum atau boleh juga terjadi karena akibat tanggapan pemakai bahasa serta akibat asosiasi pemakai bahasa terhadap sesuatu atau juga akibat intonasi karena peranan intonsi dapat mengubah makna sebuah kata.(Sobur, 2003:267-268).
tkala mereka sedang marah, jengkel, dan ketika mereka tidak puas atas sesuatu, dan bukan itu saja kata tersebut juga sering diucapkan dengan intonasi yang tinggi yang kadang disertai emosi. Mungkin disinilah letaknya sampai kata jancok dikonotasikan dengan kata yang tidak baik. Memang kebanyakan kata jancok ini diucapkan bagi golongan orang yang kurang bermoral ta
Apabila kata jancok dimaksudkan sebagai cara untuk memberi penekanan. Maka kata jancok diartikan kekasaran dan ketiadaan rasa sopan santun. Untuk itu perlulah kiranya mengecek ulang pembicaraan untuk dimengerti apa yang dimaksudkannya dan tidak mengartikan sendiri kata-kata yang diucapkan pembicara agar tidak terjadi kesalapahaman.
Berikut contoh2 pemakaian kata jancok dalam kalimat:
1. Jancok
Jancok adalah sebuah kata yang dipakai dalam kebiasaan anak Jawa atau biasanya dikatakan pada waktu kesel.
Contoh dalam kalimat :
“eh JANCOOOOOOOOOOOK KEREEEEEEEEEEEEEEEK udah makan belum”
2. Jancok
Setau gw jancok itu alat kelamin pria tapi dalam bahasa jawa. (kasar bgt bo!)
Contoh dalam kalimat :
“dasar jancok!!!!”
3. Jancok
kata jancok atau lebih sip lagi juancook adalah kata yang sah tanpa undang2 biasa diucapkan bagi orang berdarah jawa atau sejenisnya misalnya aja nih
Contoh dalam kalimat :
“juancok are iki, ga nduwe utek, raine asu, kelakuan kire, kepret tenan, TOGAMTIAM..”
4. Jancok
jancok adalah plesetan dari kata ngencuk (em-el). suatu makian bila dalam bhs. inggris adalah fu***ck (em-el juga).
5. Jancok
Ni brasal dr bhs surabaya…
arti na byk tp inti na makian ma org…
Contoh dalam kalimat :
“Jancok lu ya”
6. Jancok
suatu kalimat sapan(kata pembuka obrolan) bagi beberapa orang/dua orang yg sedang bertemu
Contoh dalam kalimat :
tamba ngganteng ae koen
7. Jancok
suatu kata pembuka obrolan/kalimat pemantap obrolan
Contoh dalam kalimat :
“JAAAAAANCok kon tambah ngganteng ae”
8. Jancok
Jancok asal nya dancok, frasenya dan-cok yg berarti ora eling (tidak ingat[kepada Tuhan]), digunakan dalam bahasa sarkasme, melaknat, mengumpat. tapi sekarang digunakan untuk sapaan dan kata pelengkap dalam pembicaraan
Contoh dalam kalimat :
Diancuk rek.. sambel e pedess.. (sialan sambelnya pedes)
rokokku ojo dientekno Cuk… (rokokku jangan dihabiskan)
9. Jancok
Janda Cokelat
Contoh dalam kalimat :
Dasar jancok!!!!!!
10. jancok
jancok dari kata di ancok (di encuk) dari bahasa jawa timur yang berarti di gebleh atau di kentu atau di stubuhi atau dikangkangi atau digagahi
Contoh dalam kalimat :
diancok jaran kon yo!!! laopo kati takon takon artine jancok barang?!!!
11. Jancok
jancok, ancok, cok, jiancok ialah salah satu kata-kata kotor yang berasal dari jawa timur khususnya surabaya. Di Surabaya kata ini sudah familiar banget di kalangan masyarakat bahkan sudah merupakan tradisi dalam perbincangan sehari-hari, baik tukang becak, pegawai kantor, bahkan anak kecil, ataupun kakek-kakek.
Contoh dalam kalimat :
“jancok, pekerjaanku belum beres dari kemarin.”
Bisa jadi ungkapan –> saat tersandung batu….. “jancok, sialan niy batu”
12. Jancok
1. Kata paling akrab dan mesra antar dua insani.
2. Kata yang keluar tiap mulut (arek sby) gatel.
3. Imbuhan paling sempurna yang bisa menggambarkan luapan hati bahkan yang abstrak sekalipun.
4. Kata yang sering keluar dari mulut anak luar Surabaya yang baru datang (biasanya sekolah) di Surabaya. (terutama cowok– biasa sih… pergaulan)
Contoh dalam kalimat :
1. Koen kok ngganteng to cok!
2. Cok Cok Cok Cok!! Mantep Cok!
3. Mbuh cok ra mudeng cok tapi tetep jancok enak”e kok cok.
4. —– bayangin anak logat Sulawesi/Kalimantan lagi ngomong di+++++ COOOOKKK!!!!
13. Jancok
kata2 yang digunakan untuk mengekspresikan emosi jiwa…lebih kepada pembangkit smangat dan memberi nasihat!(seperti halnya yel-yel & jargon)
Contoh dalam kalimat :
jancok..!! engko koe arep jadi opo? dasar manukmu cilik!!
14. Jancok
Kata sebenarnya DIANCUK = disenggamai
Asal katanya ANCUK
Contoh dalam kalimat :
Sebagai kata yang bermakna aslinya sudah tidak pernah dijumpai dalam percakapan sehari-hari
15. Jancok
menurut saya jancok itu seperti kata sapaanyang sudah digunakan sehari-hari… sebagai pengganti kalimat “slamat pagi”, “apa kabarmu” dan yah.. kalimat sapaan lainnya gitu lah..
Saya kira cukup sekian bahasan tentang kata “Jancok”, terima kasih. Assalamu’alaikum…Wr….Wb…………..
Salam Satoe nyali.........!
manfaat shalat untuk otak dan jiwa
Demi mencegah kondisi tersebut, sejatinya tidak ada metode khusus selain merelaksasi tubuh dan jiwa yang penat. Dalam Islam relaksasi itu dapat ditemukan dengan melakukan shalat karena denga shalat suara-suara dalam hati kita akan mulai bermunculan dan timbulah bisikan-bisikan ilahiah, dan itu semua akan menjernihkan dan mengingatkan kembali apa yang sudah terlupakan sehingga kita freesh dalam melanjutkan pekerjaan kita lagi.
Suara hati dapat menjadi senjata ampuh bagi kerja otak dan jiwa yang sedang menurun. Shalat bukan hanya menjaga keutuhan fitrah suara hati tetapi juga menstabilkan kecerdasan emosi serta spiritual seseorang.
Sayangnya, tidak semua orang tahu akan manfaat shalat untuk otak dan jiwa. Terkadang mereka justru menganggapnya sebagai sebuah beban yang justru mengganggu rutinitas. Padahal kalau mereka mau membuka tabir shalat , mereka akan takjub dengan fungsinya yang mahadahsyat. Subhanallah.

Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Sholat “ mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.
Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.
Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah adlat pernapasan
Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor).
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih.
Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran.
Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).
Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah.
Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
|
|
|


